Untuk Konsultasi dan Informasi Pendaftaran :(0354) 396 561
 

Bisakah Belajar Bahasa Inggris Hanya dengan Listening?

belajar bahasa inggris

Bisakah Belajar Bahasa Inggris Hanya dengan Listening? – Banyak yang frustasi belajar bahasa inggris, dan memilih untuk melakukan hal yang simpel namun dilakukan secara kontinu. Salah satunya yaitu dengan listening. Apakah bisa hanya dengan mendengarkan bahasa inggris kita jadi bisa berbahasa inggris? yuk kita ulas lebih lanjut ^_^

Pertama, sahabat LC tentu saja bisa belajar bahasa inggris melalui listening. Hal ini bisa dilakukan terus menerus dengan (at least) dua cara berikut ini, yang menurut kami merupakan dua cara efektif untuk listening english:

1. Nonton TV atau Film dalam Bahasa Inggris

TV atau Film dalam bahasa inggris akan mengajarkan kita bagaimana bahasa inggris digunakan di negeri asalnya. Konon katanya, mempelajari bahasa asing bukan hanya sekadar belajar bahasa tulisan dan lisan namun juga secara tidak langsung kita memasuki kebudayaannya. Karena dengan belajar lewat TV atau Film, kita akan secara detil melihat pronunciation, grammar secara tulis maupun lisan, idiom, slang, aksen bahasa inggris sekaligus kebudayaan dan kebiasaan di negara tersebut. Kamu juga bisa menonton video lain di youtube yang melibatkan native english speaker secara langsung, entah itu video tutorial, dokumenter atau pun pelajaran bahasa inggris seperti engvid.com

2. Datang Langsung ke Negara Native English Speaker

Tinggal di negara yang berbahasa inggris seperti UK, Amerika, atau Kanada, akan membuat kita belajar secara langsung. Dalam kehidupan sehari-hari, kita “dipaksa” untuk mengerti dan merespon apa yang para native kaakan, meskipun awalnya bakal banyak kebingungan. Namun cara ini bisa dikatakan cukup efektif, hanya saja terbilang mahal jika kita hanya ke luar negeri untuk belajar bahasa inggris dari nol.

Hanya dengan mendengarkan native speaker bicara melalui TV, video atau bertemu langsung tentu akan melatih pendengaran kita terbiasa dengan bahasa inggris. Melalui kebiasaan tersebut lama kelamaan kita menjadi terbentuk bisa memahami apa yang orang katakan dalam bahasa inggris, seperti proses bayi saat belajar suatu bahasa pertamanya. Namun, mendengarkan saja bukan berarti pasti bisa menjawab dengan tulisan atau pun lisan. Atau malah, dalam proses listening kita justru menjadi frustasi karena akan memakan waktu lama untuk benar-benar bisa memahami native speaker, karena kita terbiasa menonton dengan menggunakan subtitle. Jika bahasa asli kita karakternya tidak terlalu jauh dengan bahasa asing yang dipelajari, mungkin bisa lebih mudah jika hanya belajar bahasa asing. Namun sebaliknya, jika bahasa asli sangat berbeda dengan bahasa asing yang kita pelajari, misalnya orang Indonesia mempelajari bahasa Inggris, vocabnya jauh berbeda, pronunciation dan struktur grammarnya pun berbeda, akan lebih sulit menguasai bahasa inggris apalagi hanya dengan listening.

Karena dalam proses belajar bahasa inggris, kita membutuhkan banyak aspek yang bukan hanya saja terdiri dari listening. paling tidak, dikatakan bisa berbahasa asing  jika kita bisa: menulis, mendengarkan, berbicara, dan membaca. Sedangkan listening hanya bisa membantu kita dalam aspek mendengarkan orang berbicara. Artinya, belum tentu kita bisa melakukan aspek lainnya.

Apa Solusinya?

Jika kita melihat bagaimana seorang bayi belajar bahasa baru mungkin kita akan puny argumen kuat “bayi aja bisa kok belajar bahasa inggris dengan listening” of course, karena mereka -para bayi- dikelilingi oleh native speaker dan mereka bicara bahasa inggris setiap detiknya. Bayi di negara asing juga membutuhkan waktu lama hingga mereka bisa berbahasa dengan baik karena orang tuanya bicara kata per kata, bayi belajar bahasa secara perlahan-lahan. Namun bagaimana dengan kita yang sudah dewasa? Tentunya sulit bagi kita -orang Indonesia yang sudah dewasa- untuk menemukan kondisi ideal seperti bayi. Dan juga, kita tidak punya waktu bertahun-tahun seperti bayi. Kita dituntut belajar bahasa inggris kilat. Sehingga,dapat disimpulkan, belajar bahasa inggris hanya dengan listening merupakan cara yang lama dan kurang efektif.

Lalu, solusi yang bagus adalah dengan belajar secara aktif. Artinya, belajar dengan melakukan empat aspek utama yaitu listening, speaking, writing dan reading. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk belajar bahasa inggris aktif:

1. writing – kita bisa mulai menulis apa saja yang ada dalam pikiran ataupun menerjemahkan indonesia – inggris. Social media dan blog juga bisa menjadi sarana untuk menulis bahasa inggris.

2. reading – membaca artikel dan tulisan bahasa inggris sangat membantu dalam proses writing. Kamu bisa membaca jurnal, artikel, atau koran berbahasa inggris.

3. speaking – apapun yang terjadi, just speak up! speaking tiap hari atau latihan speech bisa mebuat kita jago berbahasa inggris. Lebih baik lagi jika ada partner untuk diajak bicara, misalnya bergabung dengan kursus bahasa inggris seperti di kampung inggris pare yang rata-rata menerapkan area 24 jam berbahasa inggris. Namun jika tidak ada, jangan khawatir karena kamu bisa bicara pada diri sendiri dengan merekam suara, membuat video, ataupun bicara di depan cermin.

Nah, sahabat LC, demikian lah ulasan tentang Belajar Bahasa Inggris Hanya dengan Listening . kesimpulan sederhanya adalah, sebaiknya kita belajar semua aspek bahasa inggris  dan bukan hanya belajar satu aspek saja. So, keep learning ^_^

Belajar bahasa inggris secara lengkap, gimana caranya? baca selengkapnya di: Paket Belajar Bahasa Inggris

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Berikan komentar

comments

 
 

More Posts in Belajar bahasa Inggris

 
 

Share this Post



 
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *