Untuk Konsultasi dan Informasi Pendaftaran :(0354) 396 561
 

Drama Malin Kondang: Liburan dan Hiburan Kampung Inggris

liburan siswa kampung inggris LC
Liburan, apa yang kira-kira akan kamu lakukan? Shopping? Jalan-jalan? Ke Pantai dan foto-foto? Berbeda dari biasanya, para siswa Kampung Inggris LC tidak hanya mengunjungi pantai untuk berfoto-foto, tapi mereka juga membuat drama sederhana yang berjudul Malin Kondang. Yang membuat spesial dari drama ini adalah, para artis yang merupakan asli siswa kampung inggris LC yang sedang mengikuti program beasiswa kampung inggris, ditambah dengan bahasa inggris yang digunakan dalam dialog drama tersebut.
Ide cerita berasal dari Naily dan Triwida. Dua siswa asal Nganjuk ini mencoba membuat drama parodi dari cerita rakyat Malin Kundang. Bertindak sebagai pemeran utama, Malin alias Rizky (Surabaya) sedang menuntut ilmu kepada gurunya, Heru (Pekalongan). Namun tiba-tiba, Naily yang juga berperan sebagai peri upil muncul dan memberikan dua permintaan untuk Malin, akhirnya Malin meminta kekayaan kepada sang peri upil. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kondang dikisahkan mengikuti ajang pencarian jodoh take me out, dan mendapatkan seorang istri cantik dan baik hati, yang diperankan oleh Hesty (Kediri).
Beberapa scene dalam drama ini dibuat di Pare kampung inggris dan di Pantai sanggar, Tulungagung. Mengambil momen akhir pekan sekaligus liburan, akhirnya para siswa memutuskan untuk mengambil adegan di pantai yang terkenal masih asri dan berpasir putih tersebut. Selain pemandangannya yang sangat indah, backgroundnya juga sangat pas dengan adegan pertemuan Malin dan Peri upil di pantai. Meskipun harus menempuh jarak sekitar tiga jam dari Kediri menuju Tulungagung, ditambah trek off road yang hanya bisa dilalui motor untuk menuju pantai sanggar, tapi para siswa tetap bersemangat. Karena setelah perjalanan yang melelahkan, ada pemandangan dan sejuknya angin pantai yang bisa membayar semuanya.
Niat awal pembuatan drama parodi ini adalah untuk hiburan saat farewell ceremony program beasiswa TOEFL intensif. Namun dikarenakan para siswa yang berasal dari berbagai daerah di luar Kediri, mereka harus segera kembali ke asalnya sebelum drama ini selesai dibuat. Tapi paling tidak, ada dua hal yang bisa diambil dalam pembuatan drama Malin Kondang: Pertama, para siswa tampak terlihat kompak dalam persiapan drama ini, termasuk saat berangkat menuju pantai sanggar. Kedua, kekeluargaan dan kebersamaan yang semakin erat, sehingga para siswa yang berada dalam satu kelas selama dua minggu ini sudah seperti satu keluarga
Cerita liburan seru lainnya di kampung inggris kediri, baca selengkapnya di: Weekend di Puncak Gunung Ijen
Berikut ini video behind the scene Drama Malin Kondang siswa Kampung Inggris LC
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Berikan komentar

comments

 
 

Share this Post



 
 
 

1 Comment

 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *