Untuk Konsultasi dan Informasi Pendaftaran :(0354) 396 561
 

IELTS: Tes Tersulit Sepanjang Sejarah?

tes IELTS

IELTS: Tes Tersulit Sepanjang Sejarah? – International English Language Testing System, merupakan kepanjangan dari IELTS. Merupakan salah satu tes kemampuan bahasa inggris secara general yang bisa diambil oleh siapapun yang berencana studi, bekerja, maupun tinggal lama di luar negeri. Tentunya, di negara-negara yang memang mensyaratkan IELTS seperti di sebagian besar wilayah Eropa, Kanada, Irlandia dan Australia. Lalu bagaimana dengan negara lain? Bisa jadi mereka menerima IELTS, ataupun TOEFL. Konon, IELTS menjadi semacam momok mengerikan bagi mereka yang akan melanjutkan studinya ke luar negeri ataupun mencari beasiswa. Benarkah IELTS adalah tes bahasa inggris tersulit? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut ada baiknya kita berkenalan lebih jauh terlebih dahulu dengan tes ini.

Apa itu IELTS?

IELTS telah hadir sebagai format uji kemampuan bahasa inggris seseorang sejak tahun 1989 di bawah naungan Cambridge ESOL, IDP Educational Australia, dan British Council. Nantinya, keltiga lembaga tersebut lah yang akan menjadi penjamin kualitas dari soal-soal IELTS. Maklum saja, tes ini diperuntukkan oleh seluruh orang di berbagai negara. Oleh karena itu dibutuhkan review yang detil tentang isi soal, aksen, dan sebagainya. IELTS lebih spesifik diperuntukkan bagi mereka yang akan tinggal di luar negeri. Namun terdapat perbedaan antara IELTS untuk kamu yang akan kuliah dan bekerja atau hanya tinggal di luar negeri. Perbedaannya terletak pada soal, ada soal khusus untuk calon pelajar atau biasa disebut Academic test. Isi modul ujian dari academic test ini lebih identik dengan akademik, keilmiahan, dan semacamnya. Berbeda dengan target pelajar, IELTS for General test lebih berisi soal-soal yang umum, karena peruntukkanya juga ditujukan pada mereka yang hendak bekerja ataupun migrasi. Perbedaan soal hanya terjadi pada sesi menulis (writing) dan membaca (reading), sedangkan pada sesi berbicara (speaking) dan mendengar (listening) semua soal memiliki muatan yang sama.

Bagi kamu yang ingin mengikuti tes ini, tidak perlu jauh-jauh datang ke Cambridge ataupun Australia, karena IELTS sudah memiliki perwakilannya di berbagai negara untuk pelaksanaan tes. Di Indonesia, IELTS diselenggarakan secara resmi oleh IALF (Indonesia Australia Language Foundation), IDP Education dan British council yang biasanya diadakan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali. Tes IELTS menghabiskan biaya yang cukup besar, yaitu sekitar RP 2.700.000 untuk sekali tes. Jadi, pastikan kamu benar-benar siap untuk tes IELTS daripada harus mengulang lagi dengan biaya yang sama ^_^

Prepare english dengan cepat, coba tips berikut ini: Belajar Bahasa Inggris Kilat

Mekanisme Tes IELTS

IELTS memiliki empat komposisi ujian, yaitu Listening, Reading, Speaking, dan Writing. Pertama, untuk tes Listening kamu akan mendapatkan 40 pertanyaan dengan dibagi menjadi 4 section. Total waktu untuk listening ini adalah 30 menit. Kedua, yaitu reading. Dalam sesi ini ada total 40 pertanyaan dengan 3 section dan total waktu yang diberikan adalah 60 menit. Ketiga, yakni tes writing dengan 2 tugas menulis dalam waktu 60 menit. Section pertama kamu diwajibkan menulis minimal 150 kata, dan section kedua minimal 250 kata. Pastikan kamu membuat tulisan yang berbobot (bukan mengarang bebas) dan pastinya, dengan struktur grammar yang sempurna. Dan Keempat, yaitu speaking biasanya langsung dengan native speaker. terdiri dari tiga bagian dengan total waktu 11 hingga 15 menit.

Penilaian untuk tes IELTS diberikan cukup kompleks karena bukan hanya menuntut pemahaman grammar yang baik atau penguasaan berbagai vocab, namun juga kemampuan speaking yang lancar juga jawaban-jawaban yang berbobot. Artinya, IELTS tidak lagi fokus pada pelajaran bahasa inggris namun juga menuntut logika kita berjalan dan mampu tersampaikan dengan baik menggunakan bahasa inggris. Hasil tes dijabarkan dengan istilah “Score band” dari band 1 (non user atau tidak memiliki kemampuan berbahasa inggris) hingga 9 (expert user atau pengguna english yang ahli)

IELTS memang digunakan sebagai standar kemampuan bahasa inggris kita. Jadi, kalau kita akan kuliah di luar negeri dengan skor IELTS band 4, kemungkinan besar pihak beasiswa dan kampus tidak akan menerima. Bukan hanya karena formalitas belaka, namun kemampuan bahasa inggris untuk kuliah, bekerja, maupun tinggal di negara dengan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar adalah mutlak diperlukan. Bayangkan kalau kita kuliah di Australia (misalnya) namun kita masih menjadi limited user atau pengguna bahasa inggris dengan kemampuan sangat terbatas dan hanya bisa ngobrol percakapan sederhana. Wah, bisa bisa kita stres dan ingin pulang ke Indonesia. hehehe

Kabar baiknya adalah, kamu bisa mengikuti kursus khusus IELTS di berbagai tempat. Misalnya di Kampung Inggris Kediri yang terkenal sebagai pusat belajar bahasa inggris di Indonesia. Di kampung ini, kamu bisa memilih lembaga kursus yang menyediakan IELTS preparation. Selain terkenal sistem belajarnya yang unik, biaya kursus di kampung inggris juga lebih murah dibandingkan belajar di lembaga besar lain seperti IALF, IDP, dan British Council. Bagi kamu yang mau lebih berhemat lagi, kamu juga bisa self-study atau belajar IELTS secara mandiri dengan memanfaatkan ratusan website yang menyediakan software, files, tips, bahkan tutorial online untuk lolos IELTS dengan band yang diharapkan.

So, apakah sudah bisa mengambil kesimpulan? Benarkah IELTS adalah Tes Tersulit Sepanjang Sejarah? Sepertinya jawaban tersebut tergantung pada diri kita masing-masing. Bisa jadi tersulit jika dikalkulasi dengan biayanya yang seharga DP motor ^_^ namun jika kita rajin dan serius belajar setiap hari, IELTS akan terasa lebih mudah. Karena sudah banyak yang membuktikan diri mampu menggaet IELTS band 8.0 bahkan lebih dari itu. Now this turn is yours, proof your real English ability with IELTS!

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Berikan komentar

comments

 
 

More Posts in Belajar bahasa Inggris

 
 

Share this Post



 
 
 

12 Comments

 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *