Untuk Konsultasi dan Informasi Pendaftaran :(0354) 396 561
 

Jadi Guru Bahasa Inggris yang Baik, Begini Tipsnya!

Tips Jadi Guru Bahasa Inggris yang Baik

Jadi Guru Bahasa Inggris yang Baik, Begini Tipsnya! Menjadi guru bahasa inggris bukanlah pekerjaan yang mudah. Karena bahasa adalah alat komunikasi apalagi bahasa Inggris yang merupakan bahasa asing di Indonesia. Tidak mudah mempelajari bahasa yang vocab, grammar dan cara pengucapannya jauh beda dengan bahasa asli kita, Bahasa Indonesia. Seorang guru bahasa inggris harus sabar mengajari murid-muridnya menulis, membaca, mendengarkan dan berbicara bahasa inggris. Selain itu, mereka yang menjadi guru bahasa inggris juga dituntut untuk bisa kreatif dalam mengajar agar bahasa Inggris disukai oleh murid-murid dan mereka bisa lebih efektif belajar bahasa internasional ini. Bisa dibilang, menjadi seorang guru bahasa inggris yang sukses adalah hal yang sulit. Meski begitu, tidak berarti mustahil donk menjadi guru yang sukses! Ada langkah-langkah, tips dan juga berbagai pengalaman yang tentunya bisa membantu kamu menjadi guru bahasa inggris yang baik. Berikut ini kami bahas beberapa tips yang semoga bisa membantu kamu dalam proses belajar mengajar bahasa inggris. Cekidot!

1. Persiapkan Lesson Plan

Ada apa dengan lesson plan? Rencana pembelajaran atau materi-materi apa saja yang akan kamu sampaikan kepada murid-murid menjadi hal penting untuk diperhatikan. Jika kamu mengajar sekolah formal, mungkin mau tidak mau kamu harus mengikuti kurikulum bahasa inggris yang sudah dirancang. Namun dalam teknisnya, para guru bisa mencari material atau media belajar sekreatif mungkin sehingga murid-murid tertarik dengan kelas kita. Misalnya dalam memberikan tulisan sebagai bahan belajar vocab. Kita bisa mencari tulisan yang tidak terlalu panjang namun mengandung isi cerita yang menarik, khususnya jika murid kita adalah anak-anak dan remaja.

Selain pemilihan material belajar, pastikan juga guru tidak memberikan PR (pekerjaan rumah) atau tugas yang terlalu banyak namun hanya sekadar sebagai formalitas. Misalnya, daripada memberi tugas membaca novel bahasa inggris dalam satu minggu, kamu bisa coba memberi tugas mereview tulisan pendek. Akan sangat baik jika seorang guru bisa memberikan tugas yang “reasonable” atau sesuai ukuran muridnya. Jangan sampai kebanyakan sehingga mereka hanya mengerjakan asal apalagi sampai menyontek PR teman. PR yang sedikit bukan berarti murid tidak mendapatkan apa-apa. Bisa jadi, dengan mereview tulisan pendek mereka bisa mendapat pola penulisan dan mengkritisi tulisan tersebut dengan lebih baik. Bukan hanya memberikan PR yang seabrek-abrek tapi hanya formalitas, namun seorang guru yang baik juga sebaiknya memberi tugas yang memang berbobot. Dalam hal ini, artinya PR tersebut membuat murid bisa mengerti materi terkait. Misalnya dengan memberikan tulisan dengan grammarnya yang masih acak-acakan kemudian siswa diminta mencari kedalahannya dan menulis ulang dengan tulisan yang secara gramatikal benar. Atau membuat pertanyaan dari artikel berbahasa inggris. Dan lain-lainnya.

Mengajar bahasa inggris juga bukan hanya soal memberitahu murid tentang vocab baru setiap hari, latihan grammar, atau menerjemahkan tulisan. Dalam kehidupan nyata berkomunikasi menggunakan bahasa inggris nyatanya tidak sesimpel apa yang kita ajarkan di kelas. So, pastikan kita mengajar para murid mulai dari informasi secara umum hingga ke yang paling detil. Sehingga, mereka bisa memahami konsep besar mengapa mereka belajar a hingga z dan bisa mempraktikannya. Cara ini bisa membantu para siswa memahami materi dan mengingatnya lebih lama, ketimbang hanya dengan menghafal, menghafal dan menghafal.

2. Diskusi

Kegiatan diskusi bisa menjadi sangat penting dalam proses pembelajaran. Karena dengan diskusi, baik guru maupun siswa akan “terpaksa” mempelajari materi diskusi kemudian saling melempar pendapat, menyanggah atau mendukung. Akan terjadi komunikasi dua arah dan kelas semakin hidup. Apalagi dalam bahasa inggris. Diskusi akan membantu siswa melatih speaking mereka. Namun ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebagai guru bahasa inggris sebelum memulai diskusi. Pertama, pastikan kamu menguasai materi diskusinya. Jika kamu akan membahas sebuah artikel untuk didiskusikan, maka bacalah artikel tersebut berulang kali hingga mendapatkan detil informasi dari artikel tersebut. Cobalah untuk memberi pandangan dan interpretasi dari artikel itu. Namun saat diskusi, jangan menganggap bahwa asumsi kamu adalah yang paling benar. Pastikan kamu siap dengan berbagai pertanyaan yang mungkin diajukan saat diskusi.

Lebih baik lagi, jika sang guru juga membawa informasi di luar teks yang didiskusikan. Misalnya informasi tentang penulis, riset terkait yang tidak disebutkan dalam teks, ataupun pendapat-pendapat para ahli yang berkaitan dengan topik diskusi. Ini akan membuat diskusi semakin menarik dan berbobot. Bisa jadi, ada pandangan atau informasi yang disampaikan oleh siswa namun di luar dugaan guru. Akan sangat menyenangkan jika kita sebagai guru bisa merespon pendapat tersebut dan membuat diskusi semakin dinamis dan produktif karena informasinya semakin beragam.

Untuk membangun diskusi yang aktif, kamu bisa melemparkan pertanyaan yang butuh penjelasan. Misalnya dengan pertanyaan menggunakan how dan why. Dua pertanyaan ini lebih baik daripada yes no questions yang jawabannya secara faktual ada dalam teks. Dengan why and how questions, siswa tertantang untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Sebagai tambahan, kamu juga bisa tanyakan pertanyaan spesifik pada siswa. Karena pertanyaan umum seperti “what did you like about this story?” Kurang membantu siswa berpikir kritis. Untuk itu, berikan mereka pertanyaan yang langsung menuju poin spesifik dalam teks.

Hal penting lainnya adalah, upayakan siswa Anda mengikuti diskusi dengan baik. Poin ini bisa diindikasikan dengan semua siswa terlibat memberikan respon atas pendapat rekan mereka. Sebaiknya mereka tidak hanya bicara dengan guru, namun juga dengan peserta lainnya. Ini melatih mereka mengontrol diri dalam menyampaikan pendapat. Agar lebih berani bertanya dan menjawab pertanyaan. Lebih bisa mengendalikan emosi. Mampu mengalokasikan waktu untuk bicara dan memberi kesempatan pada teman untuk berbicara. Tidak memonopoli diskusi, apalagi sampai bertindak emosional. Agar semua itu terjadi, seorang guru sebaiknya tidak menjadi sentra diskusi. Tugas guru adalah menstimulasi diskusi agar trus berjalan dan terarah sesuai topik. Sesekali kita bisa sampaikan ide kita, namun jangan mendominasi agar diskusi merata. Tugas lain kita sebagai guru adalah mengontrol arah diskusi siswa. Diskusi atau debat seringkali berakhir pada percakapan yang “ngelantur” karena ingin pendapatnya “menang”. Hal ini tentu sebaiknya tidak terjadi. Nah, guru yang baik adalah yang bisa melatih siswa menyampaikan pendapat tidak hanya asumsi belaka namun dengan bukti atau teori yang mendukung. Jika memang terjadi perdebatan yang hanya berdasar asumsi pribadi, ricuh sampai debat kusir, adalah tugas guru untuk mengembalikan diskusi pada teks.

Jangan lupakan poin inti diskusi. Karena biasanya diskusi akan terjadi dengan panjang lebar dan makin meluas, arahkan diskusi agar tetap pada topik. Di akhir diskusi, kamu juga harus menyampaikan kesimpulan dan poin inti dari diskusi tersebut. Apa yang bisa dibawa oleh para siswa setelah diskusi.

3. Menguasai Materi yang Diajarkan

Ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk menguasai materi bahasa inggris. Pertama, membaca dan terus membaca. Membaca majalah, koran, buku, puisi, apapun yang dalam bahasa inggris. Membaca adalah cara terbaik untuk membentuk banyak topik dalam mengajar, memperkaya vocabulary dan belajar banyak teknik menulis, dan pastinya bisa memberi inspirasi terkait materi yang akan dibawakan di kelas. Seorang guru yang suka membaca tentunya membuat dia lebih banyak ilmu dan semakin gaul. Ini bisa menular juga lho ke murid-murid, karena kamu bisa membagi info lebih banyak pada mereka.

Kedua, perkaya vocabulary. Lihat secara detil vocab yang baru Anda temukan saat reading, lalu pelajari. Mempelajari vocab bukan hanya mencaritau artinya dalam kamus bahasa inggris namun juga mengetahui sinonimnya, asal muasal kata, family wordnya, dll. Jika Anda punya cara efektif belajar vocab, maka Anda juga bisa menularkan hal yang sama kepada para siswa.

Ketiga, terus perbaiki skill bahasa inggris. Kemampuan ini bukan hanya bisa menerjemahkan beberapa artikel atau menebak ratusan vocab. Namun skill bahasa inggris dibuktikan dengan kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa tersebut dengan automatically thinking. Alias, tanpa berpikir kita sudah bisa bicara atau menulis dalam bahasa inggris. Seorang guru juga harus terus belajar. Pastikan kita belajar dari sumber yang benar sehingga menyampaikan informasi yang benar kepada siswa.

4. Kemampuan Mengajar

Melatih diri agar tetap comfortable saat mengajar di depan kelas adalah poin yang sangat penting. Bayangkan jika seorang guru tidak bisa bicara di depan kelas karena selalu grogi, alhasil materi yang disampaikan tidak terlalu jelas. Bicara dengan jelas, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu pelan. Selain public speaking, guru yang baik adalah mereka yang bisa mengapresiasi murid saat berbuat benar, mengoreksi saat salah tanpa membuat mereka merasa bodoh, dan bisa menstimulasi siswa untuk aktif di kelas. Bisa jadi, hal ini didapatkan tidak hanya di dalam kelas. Maksudnya, seorang guru tidaklah salah jika berteman dengan murid di luar kelas. Kita bisa membangun diskusi santai dengan siswa di luar kelas, jika mereka mau. Ini akan membantu kita mengenali siswa mana yang memang semangat menggali pelajaran bahasa inggris lebih jauh dan mana yang tidak.

Intinya adalah, bantu murid kita agar mengerti apa yang kita ajarkan. Mulai dari cara mengajar, cara memperlakukan mereka di kelas dan di luar kelas, sampai memberi ruang lebih untuk mereka berdiskusi dengan kita.

Semoga tips menjadi guru bahasa inggris yang baik ini bermanfaat ya! Selamat mengajar 😀

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Berikan komentar

comments

 
 

More Posts in Belajar bahasa Inggris

 
 

Share this Post



 
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *