Untuk Konsultasi dan Informasi Pendaftaran :(0354) 396 561
 

Tentang Kampung Inggris : Gambaran Umum dan Sejarah

Tentang kampung Inggris dan sejarah
Nama Kampung Inggris sepertinya sudah tak asing di telinga kita. Apa yang ada dalam pikiran Anda ketika mendengar kampung inggris? Banyak  orang yang mengira bahwa di sana terdapat suatu kampung yang isinya warga asing.  Ada juga yang berpendapat bahwa penduduk asli atau seluruh penduduk aslinya berbahasa Inggris. Faktanya, kampung inggris hanyalah julukan yang diberikan orang-orang begitu saja. Sebutan kampung inggris mahsyur dari mulut ke mulut, bahkan tidak diketahui siapa yang pertama kali mencetuskan nama tersebut. Menurut pendiri kampung inggris, Muhammad Kalend Osen, sebutan kampung inggris digunakan untuk menggambarkan menjamurnya lembaga kursus bahasa inggris di Desa Tulungrejo dan Dusun Singgahan, Desa Pelem. Sebagian orang terutama pelajar, bahkan memilih menyebut daerah itu sebagai English village. Sebutan kampung inggris juga muncul lantaran di desa tersebut rata-rata rumah warganya dimanfaatkan untuk rumah kos yang penghuninya adalah para pelajar yang sedang belajar bahasa Inggris.

Sejarah Kampung Inggris

Kampung Inggris Pare didirikan sekitar tahun 1976. Pendirinya pun tidak menyangka kampung inggris akan menjadi besar dan terkenal hingga saat ini. Bukan hanya populer di seluruh Indonesia, bahkan siswa dari luar Indonesia pun ada yang menempuh kursus bahasa inggris di Pare. Kalend, sapaan akrab pendiri kampung inggris, awalnya merantau ke dusun singgahan untuk berguru kepada KH Ahmad Yazid (almarhum),tokoh agama setempat yang saat itu menjadi pengasuh masjid dan Pondok Darul Falah. Selain pengetahuan agamanya yang luas, Kiai Yazid juga menguasai sembilan bahasa asing.

Di selasar masjid Darul Falah, Kalend, pria yang juga pernah mengenyam pendidikan di pesantren Gontor ini memulai kiprahnya sebagai guru bahasa inggris. Seperti sebuah ketidaksengajaan, saat itu ada dua mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya yang hendak belajar bahasa inggris kepada Kiai Yazid untuk keperluan ujian akhir bahasa inggris yang berlangsung 5 hari lagi di kampusnya. Karena saat itu Kiai Yazid sedang ke luar daerah, istri Kiai Yazid merekomendasikan Kalend untuk mengajar dua mahasiswa tersebut. Akhirnya keduanya belajar bersama Kalend di selasar Masjid Darul Falah untuk membahas 350 soal yang menjadi acuan untuk ujian bahasa inggris dua mahasiswa tersebut.

Pendiri Kampung Inggris Pare

Berbekal pelajaran dari Kalend, kedua mahasiswa itu lulus dan menyandang gelar sarjana. Setelah ujian di IAIN Sunan Ampel Surabaya, keduanya kembali berguru kepada Kalend. Kisah sukses kedua mahasiswa itu lantas menyebar. Sejak saat itu banyak santri yang berguru kepada pria kelahiran Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, 20 Februari 1945 ini. Hingga akhirnya Kalend mendirikan lembaga kursus yang diberi nama Basic English Course yang pada awalnya juga masih di serambi masjid. Pesertanya pun hanya remaja sekitar dan tanpa biaya. Namun berkat perjuangan panjang dan ketekunan, Kalend berhasil melahirkan murid-murid yang kemudian menetap di Pare dan mendirikan lembaga kursus Bahasa Inggris.

Suasana di Kampung Inggris

Dari tahun ke tahun, pelajar di kampung inggris semakin bertambah, bahkan hingga saat ini jumlahnya bisa mencapai ribuan. Hal ini tentu menjadi berkah bagi penduduk sekitar Desa Tulungrejo dan Dusun Singgahan, Pelem. Banyak rumah warga yang disewakan menjadi kosan, atau ada yang sengaja dibangun khusus untuk bangunan kost di kampung Inggris. Cordoba House, White House, Philadelphia, Green House, Newcastle House, dan berbagai nama asing lain yang digunakan warga sebagai nama kosan, membuat atmosfer kampung inggris semakin terasa. Bukan hanya itu, pelajar yang lalu-lalang menggunakan sepeda semakin menampakkan kesan bahwa kampung inggris adalah kampung pelajar. Suasana pemukiman yang tenang dan jauh dari keramaian kota menjadi salah satu faktor kenyamanan para siswa untuk belajar di kampung inggris.

Suasana di Kampung Inggris

Meski berada di lingkungan pemukiman, berbagai fasilitas pendukung seperti toko buku, fotokopi, warnet, minimarket, laundry dan rumah makan pun telah ramai menjamur di kawasan kampung inggris. Secara ekonomi, tentu saja warga sekitar kampung inggris sangat terbantu, karena hampir setiap hari usaha mereka pasti ramai pembeli. Jadi Anda tidak perlu khawatir akan kebingungan mencari kebutuhan sehari-hari di kampung inggris.

Sampai pertengahan tahun 2011, tercatat terdapat sekitar 100 Lembaga Kursus beroperasi di Kampung Inggris. Bahkan kampung ini seperti sudah menjadi pusat pembelajaran bahasa Inggris terbesar di Indonesia. Dengan banyaknya lembaga kursus tersebut maka tak heran kalau banyak orang bicara bahasa inggris dimana-mana. Hal tersebut menjadi keunikan tersendiri bagi kampung inggris. Dan tentu menjadi keuntungan bagi para siswa dapat menemukan lingkungan yang tepat untuk mengasah bahasa inggris mereka, terutama speaking. Camp dan kost di kampung inggris banyak yang menerapkan english area, walaupun tidak semua. English area, bagi para siswa sangat membantu untuk membiasakan diri bicara bahasa inggris sehari-hari. Dengan adanya partner bicara bahasa inggris, tentu akan banyak koreksi dan masukan. Oleh karena itu, kampung inggris dikatakan sebagai tempat yang tepat untuk belajar bahasa inggris.

Apa pentingnya belajar bahasa inggris? baca selengkapanya di: 10 Alasan Pentingnya Belajar Bahasa Inggris

Demikian info Tentang Kampung Inggris : gambaran umum dan sejarah kampung inggris pare. Silahkan datang langsung dan rasakan atmosfer belajar bahasa inggris serta bertemu saudara baru dari seluruh Indonesia di kampung inggris pare ^_^ (RY)


Camp LC Kampung Inggris

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Berikan komentar

comments

 
 

Share this Post



 
 
 

31 Comments

 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *